|
Sosialisasi Pembentukan Kader Lingkungan Pedesaan Wilayah Hulu Dan Hilir Diskusi Sosialisai Mendorong Pembentukan dan Penguatan Kader lingkungan Pedesaan Wilayah Hulu – Hilir Sumatera Selatan merupakan langkah awal dari Program Kementrian Lingkungan Hidup dalam upaya pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan. Dengan dibentuknya kader-kader lingkungan secara partisipatif di bagian hulu dan hilir diharapkan akan mampu merespon atau minimal menginformasikan lebih dini permasalahan-permasalahan yang terjadi diwilayah masing-masing kepada semua pihak. Kerusakan lingkungan yang akhir-akhir ini semakin parah seperti rusaknya ekosistem, ekologi dan keanekaragaman hayati yang mempunyai dampak yang besar terhadap siklus kehidupan terutama manusia, merupakan salah satu faktor utama menjawab mengapa harus dibentuk kader-kader lingkungan di tingkat pedesaan. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan di Sumatera Selatan, namun hampir di seluruh wilayah Indonesia baik di pedesaan maupun di wilayah perkotaan telah dibentuk kader-kader lingkungan secara partisipatif.
Selain itu melalui pengkaderan ini, KLH ingin memberikan penyadaran kepada masyarakat dan stake holder lainnya bahwa upaya pelestarian lingkungan, penanggulangan dan pencegahan kerusakan lingkungan merupakan tugas dan tanggung jawab bersama bukan hanya pemerintah saja, atau LSM atau kelompok tertentu. Karena disetiap aspek kehidupan selalu adanya keterkaitan antara aktifitas manusia dengan lingkungan.untuk itu diharapkan kepada semua peserta yang hadir agar dapat memberikan informasi dan penyadaran kepada semua pihak dalam hal pelestarian lingkungan. Upaya-upaya yang telah dilakukan KLH dalam pelestarian lingkungan tidak hanya pengkaderan ditingkat pedesaann, namun telah dibentuk juga beberapa lembaga seperti EPW (Envirounment Parliament Watch), ada juga Kaukus Lingkungan. Kedua lembaga tersebut sama-sama lembaga yang mengawasi dan memonitoring anggota parlement dalam mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang pro atau kontra terhadap lingkungan. Yang membedakan hanya anggotanya, jika EPW anggotanya merupakan orang-prang atau lembaga independent seperti NGO atau LSM atau Ornop sedangkan Kaukus lingkungan anggotanya merupakan anggota parlement itu sendiri. Namun pada intinya tugas keduanya sama.  Semiloka ini dilaksanakan atas kerjasama Yayasan Wahana Bumi Hijau dan Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia pada tanggal 21 s.d 22 Mei 2007 bertempat di Asrama Haji Km. 9 Palembang yang diikuti oleh berbagai stake holder baik instansi pemerintah, LSM, penggerak pendidikan (Guru/Kepsek) maupun tokoh pemuda dan masyarakat. Total peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut berjumlah 36 orang dari 56 orang yang diundang, perwakilan dari wilayah hulu sebanyak 13 orang dan perwakilan wilayah hilir 23 orang. Sedangkan untuk Narasumbernya dari KLH-RI (R. Yunius), Bapedalda Propinsi (Ir. H. Hadenli Ugihan, M.Si), BP DAS Musi (Rukmana Jayadi) dan dari LSM (Deddy Permana). Dari kegiatan ini telah menghasilkan beberapa rencana tindak lanjut (RTL) yang nanti akan ditindak lanjuti oleh masing-masing kader di wilayah masing-masing yaitu 1). Sosialisasi hasil kegiatan ke desa masing-masing 2). Inisiasi program kerja kader tingkat desa 3). Aksi gerakan kader 4). Evaluasi komitmen kader
Dan sebagai dokumentasi dari seluruh proses kegiatan yang telah dilakukan, panitia telah menyusun prosiding kegiatan. Prosiding ini bukanlah akhir dari segala proses kegiatan pengkaderan dibidang Linkungan, namun merupakan langkah awal bagi kita semua dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam upaya pelestarian lingkungan, baik oleh KLH-RI sendiri maupun oleh seluruh lapisan masyarakat atau instansi terkait lainnya. Jika kegiatan dibuka oleh Bapedalda Provinsi, maka untuk sambutan penutupan ditutup ole KLH-RI, dan pada kegiatan penutupan juga diberikan sertifikat sebagai kader lingkungan secara simbolis kepada peserta perwakilan wilayah hulu dan hilir Sumatera Selatan. Pembagian sertifikat ini diberikan kepada Ibu Kartina sebagai perwakilan wilayah Hilir (Desa Muara Merang, Kec. Bayung Lincir Kab. Musi Banyuasin) dan Bapak Ahmad Erwanto (dari Belitang, Kab. OKU Timur). Dan menurut KLH-RI, untuk kedepannya direncanakan akan ada bantuan untuk pembuatan demplot diwilayah Hulu dan Hilir, namun saat sekarang belum bisa dipastikan desa (dari Hulu dan Hilir) mana yang akan menerima bantuan tersebut, karena masih harus melalui proses pengkajian dan perencanaan lebih matang. |