JV Green Color JV Gray Color JV Red Color
Indonesian Afrikaans Arabic Chinese (Simplified) Dutch English
Developed by JoomVision.com
banner
banner
banner
banner
banner

Komitmen Bank Pada Pelestarian Lingkungan

Delapan bank berkomitmen menjadi perintis

Read more...

Badak Sumatera Terancam Punah

Badak Sumatera diperkirakan jumlahnya kurang dari seratus ekor

Read more...

Dalam Sepekan ini Titik Api di sumsel Masih Mencapai 3.333 titik

Palembang - Wahana Bumi Hijau, Hasil Pantauan Titik Api Pekan ini mencapai 3.333 titik

Read more...

Hasil Penelitian Harvard : Ancaman Maut PLTU Batubara - Indonesia

Bagaimana Ketergantungan Pemerintah Indonesia Terhadap Batubara Mengancam Kehidupan Rakyat Saat ini terdapat puluhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara tersebar dan beroperasi di Indonesia,

Read more...

Monitoring Pelaksanaan FPIC pada masyarakat terdampak PT. OKI Mill di Sumatera Selatan

Wahana Bumi Hijau (WBH),

Read more...

Welcome to the Frontpage

Membudayakan Cinta Lingkungan Hidup melalui Dunia Pendidikan

PDFPrintE-mail

Last Updated on Friday, 27 April 2012 10:55 Written by Administrator Friday, 27 April 2012 10:51

Dulu, Indonesia dikenal sebagai sebuah negeri yang subur. Negeri kepulauan yang membentang di sepanjang garis katulistiwa yang ditamsilkan ibarat untaian zamrud berkilauan sehingga membuat para penghuninya merasa tenang, nyaman, damai, dan makmur. Tanaman apa saja bisa tumbuh di sana. Bahkan, tongkat dan kayu pun, menurut versi Koes Plus, bisa tumbuh jadi tanaman yang subur.
Namun, seiring dengan berkembangnya peradaban umat manusia, Indonesia tidak lagi nyaman untuk dihuni. Tanahnya jadi gersang dan tandus. Jangankan tongkat dan kayu, bibit unggul pun gagal tumbuh di Indonesia. Yang lebih menyedihkan, dari tahun ke tahun, Indonesia hanya menuai bencana. Banjir bandang, tanah longsor, tsunami, atau kekeringan seolah-olah sudah menjadi fenomena tahunan yang terus dan terus terjadi. Sementara itu, pembalakan hutan, perburuan satwa liar, pembakaran hutan, penebangan liar, bahkan juga illegal loging (nyaris) tak pernah luput dari agenda para perusak lingkungan. Ironisnya, para elite negeri ini seolah-olah menutup mata bahwa ulah manusia yang bertindak sewenang-wenang dalam memperlakukan lingkungan hidup bisa menjadi ancaman yang terus mengintai setiap saat.

Read more...

 

Sumatera, Pulau Emas nan Retas

PDFPrintE-mail

Written by Administrator Friday, 27 April 2012 10:39

Berdiri di tubir pertemuan dua lempeng benua yang hiperaktif dan dibelah patahan raksasa membuat Sumatera kerap diguncang gempa. Namun, gejolak lempeng benua ini ternyata juga memicu munculnya berbagai mineral berharga di Pulau Sumatera, terutama emas.
Sumatera telah lama termasyhur sebagai Svarnadwipa atau Pulau Emas karena banyaknya logam mulia yang diperdagangkan di pelabuhan-pelabuhan tua di pulau ini. Istilah Svarnadwipa ini disebut dalam naskah-naskah dan prasasti di India.
Walaupun produksi emas Sumatera telah lama dikenal, sumber tambangnya tetap menjadi misteri hingga abad ke-20. Beberapa penjelajah mencatat, emas di Sumatera banyak dihasilkan dari pedalaman yang dihuni oleh manusia liar.
Emas di Sumatera baru mulai ditambang Belanda sekitar tahun 1900, salah satunya yang tertua adalah di Lebong, Bengkulu, yang berada di kaki Bukit Barisan. Dalam tulisannya berjudul ”Traditional Sumatran Trade” di Bulletin de l’Ecole française d'Extrême-Orient (1985), John N Miksic menyebutkan, pada abad ke-18, Belanda ataupun Inggris tidak menyadari telah sangat dekat dengan tempat yang begitu kaya dengan emas, Lebong, yang barangkali telah diusahakan selama berabad-abad oleh masyarakat tradisional.

Read more...

 

Gempa Aceh 11 April 2012 di Luar Dugaan

PDFPrintE-mail

Last Updated on Friday, 13 April 2012 11:47 Written by Administrator Friday, 13 April 2012 11:39

JAKARTA,  - Presiden atau Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Rovicky Dwi Putrohadi mengatakan bahwa gempa seperti yang terjadi di Aceh pada Rabu (11/4/2012) sebenarnya jarang terjadi. "Gempa kemarin terjadi di dekat NER (Ninety East Ridge). Gempa jarang sekali terjadi di daerah ini," kata Rovicky saat dihubungi Kompas.com, Kamis (12/4/2012). NER adalah jejak perjalanan lempeng samudera Hindia ke arah utara sejak 71 juta tahun yang lalu.

NER berupa punggung laut yang memanjang 5.000 km dari Teluk Benggala ke selatan hingga tenggara India Ridge. Rovicky menuturkan bahwa dahulu gempa banyak terjadi di sepanjang NER. Namun saat ini gempa relatif jarang terjadi. Bisa dikatakan, zona ini sudah inaktif atau disebut aseismik. "Jarang tejadi karena lempengnya bergerak lurus dan paralel, relatif lebih 'licin'. Jadi tetap bergerak, tapi tidak menimbulkan gempa," jelas Rovicky. Oleh karena itu, Rovicky berpendapat, terjadinya gempa Rabu kemarin tak lepas dari gempa Aceh 2004 lalu. Menurut Rovicky, gempa Aceh 2004 memberi tekanan pada wilayah bagian selatan Aceh sehingga terluapkan dalam bentuk gempa kemarin.

Read more...

   

Hutan Jambi Bisa Habis dalam Dua Tahun

PDFPrintE-mail

Written by Administrator Friday, 13 April 2012 11:34

JAMBI, - Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi Trisiswo mengatakan tanpa upaya perlindungan bermakna hutan Jambi yang luasnya sekitar 1,2 juta hektar terancam habis. "Melihat maraknya upaya perusakan baik oleh manusia maupun alam, sangat mungkin hutan di Jambi bisa habis dua tahun kedepan," kata Trisiswo di Jambi, Kamis (12/4/2012). Ancaman pengurangan luas hutan yang paling nyata adalah kegiatan pembalakan liar dan perambahan hutan yang tidak terkendali karena upaya pemberantasan tidak berjalan maksimal. Menurut Trisiswo, saat ini separuh lebih hutan produksi dan hutan lindung sudah rusak. Ia mencontohkan, hutan Restorasi Ekosistem Konservasi Indonesia (REKI) yang seluas 101 ribu hektare sebagian sudah rusak dan 30 persen diantaranya sudah beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit. "Kami sangat sulit melakukan pengawasan dan pencegahan karena sumber daya kami sangat terbatas. Anggota pengamanan hutan jumlahnya hanya sekitar 60 orang dan rata-rata sudah berumur 40 tahun ke atas," jelasnya. "Jika tidak ada dana, bisa saja memanfaatkan tenaga anggota Satuan Polisi Pamong Praja untuk dialihfungsikan menjadi tenaga pengamanan hutan," jelasnya

Sumber: Kompas.Com

 

Studi Biofisik dan Sosial Ekonomi Masyarakat di Lahan Gambut

PDFPrintE-mail

Last Updated on Thursday, 27 October 2011 10:16 Written by Administrator Thursday, 27 October 2011 09:31

Studi Biofisik dan Sosial Ekonomi Masyarakat di Lokasi Lahan Gambut Kecamatan Sanga Desa TA. 2011 "Kerjasama Dinas Kehutanan Kabupaten Musi Banyuasin dengan CV. Multi Kreasi Indonesia dengan periode Kerja Oktober 2011 s/d Desember 2011 telah melibatkan beberapa tenaga ahli Yayasan Wahana Bumi Hijau diantaranya Tim Ahli Vegetasi (Deddy Permana,S.Si dan Prastyo Widodo,S.Si), Ahli Pemetaan dan GIS (Adiosyafri,S.Si), Tim Ahli Hidrologi (Dadan Afridian,S.Si dan Lubis Hendri,S.Si) dan Tim Ahli Sosial Ekonomi Masyarakat (Masrun Zawawi,SH dan Sigid Widagdo,ST), kegiatan ini telah dilakukan sejak awal bulan Oktober 2011 hingga sekarang masih proses dan menunggu laporan hasil analisis yang dari masing-masing TIM yang Juga ikut melibatkan Laboraturium FMIPA Universitas Sriwijaya, dan dalam waktu dekat sudah mendapatkan hasil analisa lab Lengkap yang akan disampaikan kepada Dinas Kehutanan Kabupaten MUBA" dikatakan oleh Bapak Aprilino sebagai Wakil Direktur CV. Multi Kreasi Indonesia.

Read more...

   

Page 3 of 5

News of Project

Penetapan Direktur Eksekutif WBH Periode 2016 sampai 2020

Penetapan Direktur Eksekutif WBH Periode 2016 sampai 2020

Foto: Serah Terima Jabatan dari Direktur Eksekutif yang lama (Deddy Permana) kepada Direktur...
Read more...
Studi Sosial Ekonomi dan Potensi HHBK di Desa Menerima Izin HKm Kabupaten Lahat Kecamatan Mulak Ulu

Studi Sosial Ekonomi dan Potensi HHBK di Desa Menerima Izin HKm Kabupaten Lahat Kecamatan Mulak Ulu

WBH, Kabupaten Lahat - HkM atau yang biasa disebut dengan Hutan Kemasyarakatan merupakan...
Read more...
Studi Potensi HHBK Hutan Desa di Semende Muara Enim

Studi Potensi HHBK Hutan Desa di Semende Muara Enim

WBH, Muara Enim - Kegiatan Studi Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) di Hutan Desa Semende...
Read more...
SEMILOKA Permasalahan dan Solusi Pemanfaatan Ruang di Provinsi Sumatera Selatan

SEMILOKA Permasalahan dan Solusi Pemanfaatan Ruang di Provinsi Sumatera Selatan

Wilayah ruang provinsi Sumatera Selatan berdasarkan fungsi kawasan memiliki luasan mencapai...
Read more...
Setelah Penantian Panjang untuk Hutan Desa Kepayang

Setelah Penantian Panjang untuk Hutan Desa Kepayang

Desa Kepayang, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera selatan, dilihat...
Read more...
Menyoal Hutan Kemasyarakatan dan Hutan Desa

Menyoal Hutan Kemasyarakatan dan Hutan Desa

KEBIJAKAN Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI tentang pengembangan Pengelolaan Hutan Berbasis...
Read more...
Study on Developing Potential Partnership

Study on Developing Potential Partnership

Study on Developing Potential Partnership Works between Local People and Companies or Institution...
Read more...
Membangun Sistem Monitoring dan Keamanan  di Hutan Desa Muara Merang

Membangun Sistem Monitoring dan Keamanan di Hutan Desa Muara Merang

Hutan Desa Muara Merang di Dusun III Pancuran merupakan salah satu dusun yang keberadaannya...
Read more...
  • Warta Lainnya

  • Informasi

  • Pandangan

  • Pengertian dan Makna Penting Dibalik Sejarah Tanggal 17 Agustus 2015 Bagi Indonesia
  • Perjuangan Hidup Masyarakat Local Dan Keberpihakan Pemerintah
  • Hutan Rawa Gambut Merang  Kepayang
  • Profil Umum Lokasi Kunjungan Peserta Workshop Bioright
  • Secercah Harapan Di Tanah Tinggi
  • Kisah di Balik Kunjungan ke Kanal-Kanal Liar di Kawasan HRGMK
  • Sharing kasus illegal logging Merang ke MABES POLRI dan KEMENHUT
  • Pemanfaatan Sumber Daya Hutan
  • Manfaat Ancaman dan Persepsi Terhadap Habitat Buaya Senyulong
  • Mengatasi Akar Masalah Perubahan Iklim
  • Pelaku Bom Bunuh Diri Serang 15 Orang tewas

PANTAUAN HOTSPOT INDOFIRE

Featured Projects

Rubrik Berita

Eko Suroso, S.Hut, M.Si

Eko Suroso, S.Hut, M.Si

Pembangunan HD / HKM di Provinsi Sumatera Selatan Dalam Acara  Focus Group Discussion (FGD) untuk Menyusun...
SUTOMO, S.Hut., MSi

SUTOMO, S.Hut., MSi

  Peraturan Hutan Desa & Hutan Kemasyarakatan Dalam Acara Focus Group Discussion (FGD) untuk...
Adiosyafri, S.Si

Adiosyafri, S.Si

Mengabdi Menjadikan Hutan Lestari
Deddy Permana, S.Si

Deddy Permana, S.Si

Deddy dan Kepedulian terhadap Hutan Sumsel
Sigid Widagdo, ST

Sigid Widagdo, ST

Implementator Lapangan Rencana Kelola Hutan Desa (RKHD) Sumatera Selatan

Mitra Lembaga

WBH di Facebook

Statistik Website

  • Content View Hits : 6111674