|
Diskusi Sosialisasi Restorasi Ekosistem |
|
Monday, 11 June 2007 |
|

Sumber daya hutan di Indonesia khususnya di Sumatera Selatan terus mengalami degradasi yang cukup tajam. Sejak tahun 1970 sampai dengan tahun 2000 sumber daya hutan alam terus di eksploitasi oleh para Pengusaha yang mengantongi izin HPH (Hak Pengelolaan Hutan). Dan pada tahun 2000, semua kawasan hutan yang dikelola oleh Pengusaha HPH mulai dibatasi, sehingga banyak kawasan hutan yang ditinggalkan dan beralih menjadi kawasan hutan eks HPH yang tidak jelas model pengelolaannya. Sehingga pada masa transisi itu hutan-hutan eks HPH tersebut banyak dimanfaatkan oleh pemodal-pemodal lokal dengan mengajak masyarakat lokal untuk memanfaatkan sisa-sisa kayu dikawasan eks HPH tersebut, kondisi ini terus berlangsung dan hingga sekarang sebagian ada yang masih berlanjut. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Kegiatan MonEv Usaha Kelompok Dampingan di Muara Merang |
|
|
Kajian Ekonomi Masyarakat (CCFPI) |
|
Wednesday, 10 January 2007 |
|
Kegiatan kajian ekonomi masyarakat oleh tim Bina Swadaya merupakan kegiatan yang keduakalinya di Muara Merang. Tahap pertama dilakukan di awal perpanjangan proyek ccfpi (Maret 2006) dan yang kedua kalinya dilakukan akhir proyek (November 2006). |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Distribusi Bantuan Korban Kebakaran Di Kepayang Indah |
|
Wednesday, 10 January 2007 |
|
Kebakaran yang terjadi di Desa Kepayang Indah pada pertengahan Oktober yang lalu (Jum’at, 20/10/2006) cukup membuat warga Desa Kepayang Indah mengalami goncangan. Karena meskipun tidak menelan korban jiwa namun terdapat seorang warga yang mengalami luka bakar yang harus dirawat cukup serius (korban diduga di tempat asal mulanya api) dan sedikitnya 77 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal, 105 kios tempat berjualan dikalangan (pasar mingguan) dan 1 unit gedung sekolah dasar hangus terbakar
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Potret Buram Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Pembalakan |
|
Tuesday, 06 November 2007 |
|
Seorang anak kapak (anak buah pembalak) sedang mengawal kayu hasil jarahan di Sungai Merang untuk dibawa keluar dari kawasan hutan ; Foto : Aprilino Tampaknya harapan akan tegaknya hukum terhadap pelaku pembalakan seperti yang sering dielukan dan diperjuangkan oleh para aktifis lingkungan hidup beberapa dekade terakhir ini akan pupus dan mendapat hambatan. Seruan dan ajakan yang terus menerus di kampanyekan para pecinta lingkungan nyaris tidak berarti dimata hukum di negeri yang notabene berasaskan hukum ini. Vonis bebas yang lagi-lagi di berikan kepada para pelaku pengrusakan lingkungan terus terjadi seiring dengan jeritan hati para aktifis lingkungan. Entah sampai kapan kondisi seperti ini?. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Merang Dulu, Kini dan Nanti |
|
Monday, 05 November 2007 |
|
Salah satu Kampung yang berada di sekitar Kawasan Hutan Rawa Gambut Merang Kepayang (HRGMK) ; Foto : Aprilino Ditengah desakan kebutuhan hidup yang semakin meningkat ditambah pula perekonomian negara yang belum stabil, membuat masyarakat semakin merasakan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Jangankan untuk jalan-jalan keluar negeri seperti yang biasa dilakukan oleh petinggi negeri ini, bahkan untuk bermimpi keluar dari daerah mereka sendiripun terasa sulit. selain harga-harga tiket transportasi yang tinggi, jarangnya alat transportasi yang masuk ke daerah pedalaman (daerah terpencil:red) membuat masyarakat yang tinggal didalamnya semakin sulit untuk melakukan interaksi dengan dunia luar (luar daerahnya). ditambah dengan akses jalan yang belum memadai semakin menambah beban bagi mereka untuk melakukan perjalanan keluar daerah. Tidak mengherankan jika masyarakat yang tinggal di pedalaman (daerah terpencil) lebih mementingkan mengajak anak-anaknya bekerja di hutan atau di ladang daripada menyekolahkan mereka di sekolah atau lembaga pendidikan terdekat. Meskipun tidak dipungkiri bahwa tidak sedikit usaha yang telah dilakukan pemerintah dalam mengupayakan program pendidikan bagi masyarakatnya. Hampir disetiap pelosok telah berdiri gedung sekolah dasar, meskipun tidak memadai disebut gedung sekolah. Juga program-program pendidikan lainnya. Namun apa daya, kebutuhan pangan dan sandang tidak mampu mengalahkan pentingnya pendidikan. Meskipun tidak sedikit, ada juga di beberapa daerah yang masyarakatnya lebih mementingkan pendidikan daripada urusan diluar pendidikan meskipun mereka tinggal jauh dari perkotaan. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>
|
| Results 19 - 25 of 25 |