Kematian Petani Lubuk Mandarsah Bukti Gagalnya Pelaksanaan Komitmen Sosial APP


Written by Administrator


Thursday, 05 March 2015 11:28

Palembang, 2 Maret 2015. Pembunuhan sadis terjadi terhadap petani Desa Lubuk Mandarsah Kabupaten Tebo bernama Indra Pelani, yang diduga kuat dilakukan oleh  7 tenaga kemanan perusahaan Hutan Tanaman Industri PT. WKS, perusahaan milik Asia Pulp dan Paper (APP) di Jambi pada Jumat yang lalu, 27 Februari 2015.
Desa Lubuk Mandarsah yang berdiri sejak tahun 1975  diketahui mempunyai konflik lahan seluas lebih kurang 1570 ha dengan PT. WKS sejak awal beroperasinya perusahaan tahun 2004, dan konflik tersebut hingga kini belum terselesaikan.

Pengeroyokan yang mengakibatkan meninggalnya Kawan Indra, tidak dapat dipisahkan dari adanya ketegangan hubungan antara masyarakat dan perusahaan, yang mengakibatkan mudahnya keduabelah pihak untuk tersulut emosi, dan berujung pada tindakan kekerasan.

Wahana Bumi Hijau mengutuk tindakan kekerasan dan sadis tersebut. Kami menyatakan duka yang mendalam atas meninggalnya Kawan Indra dan berdiri bersama keluarga, sahabat dan kawan – kawan petani, dimasa yang sulit ini.  
Tragedi ini juga semakin memperkuat keyakinan kami bahwa APP yang baru saja meperingati 2 tahun pelaksanaan Kebijakan Konservasi Hutan (Forest Conservation Policy – FCP) pada 5 Februari yang lalu, tidak secara serius atau telah gagal melaksanakan komitmen dan tanggungjawab social mereka.
Untuk itu kami mendesak APP untuk secara serius menyelesaikan seluruh konflik social, tidak hanya yang menyangkut Lubuk Mandarsah, namun keseluruhan konflik yang terjadi didalam konsesi mereka, yang menurut kami ada 300-an konflik.
Terkait kematian tragis ini, APP harus secara cepat mendorong dilakukanya investigasi yang terbuka, adil dan independen, dengan melibatkan pemerintah, NGO, pihak berwenang dan KOMNAS HAM.  
APP juga harus segera mengadakan evaluasi dan investigasi menyeluruh terhadap prosedur keamanan dan jasa keamanan dari pihak ketiga untuk  memastikan peristiwa seperti ini tidak lagi terjadi.

English

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*